15 juta melayang, 1,2 juta pun hilang


Aku sediih, kecewa, hingga ilfil?? Hmmm... kelihatannya jarang banget aku ngalamin hal begituan kecuali sederet ‘shitness’ macam ini yang bikin aku kalap stadium empat. Disaat harapan-harapan itu melayang begitu saja. Ambisi-ambisi yang sudah aku targetkan pada akhirnya terabaikan, berbanding terbalik dengan sederet perjuangan yang aku pertaruhkan. Dengan segala kesuka citaan mendambakan suatu hal yang sudah diimpikan. Pada akhirnya semua itu hanya tinggal omong kosong yang murahan. Bak barang obralan yang akhirnya ringsek di gudang. Persetan!

Fenomena yang sudah merajalela. Harta, tahta. Selalu dipuja dan dianggap dewa bagi manusia-manusia miskin moral dan agama. Diskriminasi, arogansi, manipulasi, selalu lekat adanya dalam setiap instansi walau dibalut dengan isolasi islami. Betapa sempurnanya sebuah ilusi!

Masih bingung membedakan antara kualitas dan kuantitas. Ketika keduanya diperadukan.B agi kaum empiris, pastilah akan mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Tapi gak tau lagi bagi para pragmatis. Yang menginginkan segalanya serba instant dan praktis. Kurang, bahkan tak sempat memikirkan teknis, yang penting hasilnya manis, apalagi berlabel gratis, pasti laris!

Serasa pingin teriak sekeras mungkiiin. Sayangnya aku gag pernah berani ngucapin kata-kata ‘shitness’ dengan lantang. Ups, harusnya aku perlu mensyukuri segalanya. Aku gag mau terbelenggu dalam pikiran yang kacau seperti ini. Memikirkan materi, materi, dan materi. Gila apaa?? Aku bukan kaum matrealis yang selalu memanfaatkan para borjuis. Aku hanya ingin mendapatkan apa yang sudah menjadi hak ku. Yang sudah dikampanyekan para penyandang gelar master di habitatku. 

Kini semua sudah menjadi keputusan. Kali ini yang disebut dengan materi itu tlah terbagi. Guratan sukacita ditandai dengan maraknya undangan-undangan parti. Dengan dalih perbaikan gizi, mereka tak lagi peduli. Berapapun materi yang keluar dari samping dasi. Namun slalu, aku bertanya. Adakah yang masih memprioritaskan sebuah ESENSI???  Semoga masih ada yang peduli. Tak hanya mengharap materi, namun juga mengharap Ridho Rabbul Izzati dalam penjagaan Dustur Illahi.

>>beasiswa  15 juta melayang, 1,2 juta pun hilang hanya gara-gara seseorang <<



Tidak ada komentar on "15 juta melayang, 1,2 juta pun hilang

Leave a Reply

Blogroll