n.e.v.e.r.d.i.e

-->Neverdie ...
Jum’at, 18 November 2011
Sweetroom. Pagi itu tak seperti biasa. Lelah yang menyelimutiku sepertinya enggan tuk dilipat. Pagi ini tak ada lantunan Al Kahfi seperti pekan-pekan biasanya. Entah mengapa kaki ini terasa berat bahkan untuk mematikan lampu kamar dan membuka jendela. Andaikan bisa protes, mungkin rengekan boneka teddy bearku tlah kudengar. Segarnya udara pagi pun sepertinya sudah stand by di depan pintu. Menunggu empunya kamar tuk mempersilahkan masuk tamu paginya. Yang akan memperbahrui udara-udara yang mungkin sudah expired  sejak semalam.
Kuraih ponsel yang bergetar tanda adanya pesan masuk. Kubaca sebuah pesan singkat dari sender bernama Vero yang intinya ngajakin ke toko buku. Sejenak aku mengingat-ingat tentang jadwalku hari ini. KSI jam 11. Kembali ku berfikir untuk menyanggupi ajakan kawanku ini. Awalnya aku enggan, namun setelah menyetujui sebuah kesepakatan akhirnya aku iyakan. Tak tega juga aku melihat tampang melasnya. Senin besok UTS, tapi referensi belum memadai. Hmm... *otak mbolang pun muncul
Sriwedari. Suasana toko buku pagi ini masih terlihat sepi, hanya terlihat beberapa toko saja yang sudah terbuka. Sebagian terlihat penjaga toko yang sedang membawa sulak, mengelap etalase-etalase dan membersihkan debu-debu yang hinggap diatas buku, ada pula pemilik toko yang baru saja membuka gerendel pintunya. Kami berjalan saja di sepanjang jalan itu. Sembari membawa sampel buku yang sudah tak bercover lagi. Menanyakan tentang keberadaannya. Satu, dua, tiga, hingga berapa toko yang tlah kami singgahi, dan hasilnya pun nihil. Ingin tetap kami susuri jalanan itu hingga ujung. Namun, malas juga rasanya jika nantinya akan bertitle Boulevard broken dreams . Hahahay :D :D :D
Arafah square. Keep trying. Kali ini semboyan dari pure season itu kupakai. Mencoba menyusuri lapak lawasku. Teringat masa-masa sekolah zaman dahulu. Anti beli buku tapi hobi nyatroni toko buku. Gak cukup sampe situ, buku yang masih tersegel pun kadang dibuka dengan perasaan tak berdosa. Hihihi J. Kembali ke masa sekarang. Kami pun memasuki area yang berkonsep alam ini. Toko buku yang lantai bawahnya dihiasi kolam ikan kecil beralas kaca. Mungkin yang punya toko buku ini sedang mengkonsep istana Sulaiman. Hahaha *mulai ngayal deh. Sembari mendengarkan alunan latar murratal, rak-rak pun kami telusuri, nggak puas sampe situ, akhirnya langsung nyamperin mas-mas penjaganya. Masya Allah deh, lagi-lagi nihil! Hmmm..
On the road.Namanya juga neverdie. Neverdie antusiasisnya, neverdie pula gokilnya. Tak menyerah sampai disini, kami pun mencoba menyusuri toko buku lagi. Kami berhenti di lampu merah pertama veteran, sebelum berbelok ke kiri. Uupss... saat memancat rem belakang sandal si Vero putus. Gelak tawa pun tenggelam bersamaan dengan deru-deru kendaraan yang hilir mudik. Akhirnya tanpa ragu, sandal pun dilepas begitu saja dan dengan pede nya sandal yang sebelah kiri masih dikenakannya . ahihihi J. Neverdie dehh pedenya! Walopun dijalan rewel. Nyari toko sandal gag dapet-dapet. Huufth ... i walk along the way, on the boulevard broken dreams , looking for a pair of sandals :p.
Toga Mas Book Store. Abis muter-muter nyari sandal wat si Vero, wal akhir destination selanjutnya ke Toga Mas, tak lupa mampir dulu ke loker penitipan barang, agar tas n jaket bersemayam sejenak disana. Capcuuss deh langsung naik ke lantai 2. Hunting buku pun dimulai. Semua rak-rak buku berklasifikasi agama kita satroni. Dibolak-balik kok semakin asyiik. Tapi lagi-lagi nihil. Dan kami pun mencoba larut dengan bacaan-bacaan yang lainnya. Sekedar melebur kekecewaan. Tak terasa waktu beranjak siang. Mengingat acara ku pula. Wal akhir, kami pulang tanpa tambahan beban pada ransel masing-masing. Menyusun niatan selanjutnya tuk merelakan belajar dengan poto kopian. Huufth, malesiiin banget. Next destination is ...
Lentera foto copy. Jasa foto kopi di sekitar kampus yang paling digemari para mahasiswa. Selain hasilnya jelas, harganya pun tak menguras kantong mahasiswa yunior macam kita J *ngiklaaan boo! Gag taunya, ketemu sama Pak Guru *temen sekelas kami yang style nya kek  Pak Guru sungguhan. Dia nya malah nyaranin kita wat hunting buku ke Jogja. Waks! Denger kata Jogja langsung semangat. Apalagi yang ngomong Pak Guru. Hihihi, langsung dipatuhin aja tuh perintahnya. Katanya sih hormati guru sayangi temaan, itulah tandanya murid yang budiman *secara temen kesayangannya kan demen maen. Dasar dudul  :p . Cancel langsung deh parkir motornya.  Otakku tak lagi berfikir tentang acara yang sedari tadi aku risaukan. Zeb, gag pake lama langsung balik ke kost ambil trip properties. Hahaha J kek mau piknik aja. Secaraa, Cuma jogja gituu sejam aja nyampe. Tapi tak apalah, sedia mantel sebelum ujan J *inget selalu pesen mama.
Otewe. Saking semangatnya deru motorpun memecah teriknya mentari, 110 km/jam. Gila dehh! Neverdie banget nekatnya. Secara, jalan jogja solo kan lempeng-lempeng aja tuh! Jadi yaa naluri ridernya kumat *capeee deehh :p. Gag peduli lom sarapan segala, yang penting bisa sampe Jogja n nenteng bukunya. Mimpi yang sempurnaaa yaa J.
Welcome to Jogja *Never Ending Asia katanya. Karna niatnya cuman mau hunting buku, jadi gag ada pikiran lain deh selain ngedapetin tuh buku. Syukur-syukur harganya murah, kalopun mahal, mungkin juga tak apa, yang penting jangan sampe usaha kita berakhir sia-sia. Gak pake lama. Hunter pun mulai beraksi. Tanya kanan kiri, semua toko buku pun disatroni. Alhamdulillah i’ve got! Barangnya bagus, harganya bagus pula. Alhamdulillah tsumma alhamdulillah. Neverdie usahanya!
Muhola izul ...Kami pun bergegas mengambil air wudhu. Membasuh semua peluh karna terik mentari. Melepas lelah dengan memulai komunikasi dengan Rabbul Izzati, yang tlah memberi nikmat kepada kita selama ini. Alhamdulillah yaaahh .. s.e.s.u.a.t.u J. Neverdie ...

Tidak ada komentar on "n.e.v.e.r.d.i.e

Leave a Reply

Blogroll