LULUUSSS...!!!

on mid of July 2010 after isya
"everybody screaming, create a sound... figure out this life" ~alhamdulillah phind.lulus~


            Tak biasanya suasana kantor terlihat begitu ramai. Lampu yang biasanya masih padam pun nyala terang. Seingatku, jam belajar malam dimulai pukul 20:30. Tapi, mengapa jam segini saja sudah terang? Ditambah lagi pemandangan yang begitu langka. Wuaahh... Pak Kepsek udah standby disana cing! Aku yakin malam ini ada hal yang penting! Oh, iya! Hari ini kan pengumuman UAN SLTA! Karna dikota tempat skulku berada sedang diadakannya PILKADA, jadi pengumumannya dilakukan selepas acara. Namun, beda lagi dengan skulku. Skulku adalah sebuah sekolah swasta yang basis kurikulumnya independent. So, bebas deh mo nentuin pengumumannya kapan.


            Satu, dua, tiga, sepuluh, hingga lima belas anak memasuki kantor skul ku. Ada sebagian dari mereka yang sudah paham akan arti dari panggilan itu. Mereka mengguratkan wajah kesedihan. Ya, mereka belum dinyatakan berhasil dalam permainan ini. Mereka harus mengulang UAN agar mencapai standar yang sudah ditentukan. Seketika itu aku langsung bersujud syukur bersama teman2ku  yang lainnya. Aku bersyukur atas segala ni’mat yang tlah llah limpahakn kepadaku. Alhamdulillah! Kalimat itu yang slalu terpanjat. Kalimat itu yang selalu aku terapkan dalam kehidupanku. Walau tak jarang aku mengeluh karna hal ini dan hal itu. Tapi, setidaknya aku tak pernah lupa dengan kalimat itu jika Allah melimpahkan suatu  nikmat kepadaku. AKU LULUS UAN!!!


 Pengeeeen banget rasanya aku memberitakan kebahagiaanku kpada orangtuaku. Kabar yang selalu ditanyakan oleh mereka.  Yang selalu ditunggu2. Yang menjadi tanda tanya para orang tua. Dengan disuguhkannya berita miring tenang fenomena2 yang terjadi pasca UAN dan kelulusan. Tak heran bahwa semua wali murid mewanti2 anaknya tuk berdo’a dan terus berusaha demi tercapainya cita2. Sehingga, tak ada lagi kabar anak SMA yang bnuh diri karena tak lulus UAN dengan menghalalkan segala cara. Yang tentunya akan berakibat sengsara. Di dunia dan di alaka sana. 


Yaah, minimal kalo aku ngabarin berita bahagia ini akan sedikit mengurangi guratan rasa sedih yang ada pada mereka. Aku  ingin sekali membuat mereka tersenyum. Disisi lain, aku pengeen banget tuk berteriak! Tuk sekedar melepas penat! Menggantikan semprotan2 pilox yang biasanya mewarnai wajah2 bahagia anak2 SMA. Melukiskan masa2 yang paling indah. Masa2 akhir di sekolah. Namun, aku masih teringat juga dengan teman2 ku yang belum dinyatakan berhasil. Aku tak ingin kebahagiaanku nanti akan membuat mereka terluka. Karena, sampai saat ini aku masih bisa mendengar suara tangisan mereka. Tangisan...? ah, aku cepat2 menepis kata itu. Aku ingin mencoba menjadi seorang wanita yang tak cengeng. Tak mudah putus asa. Aku ingin sekali menjadi wanita sehebat Aisyah, Khatijah, Ruqayyah, dan Khansa. Khansa Ummu Syuhada’. Ah, betapa jauhnya. Akan tetapi, kata2 ini seolah menjadi cambukan bagiku. “ man shodaqo ‘l azmu, wadloha sabiilu “.


Aku hanya ingin berkata pada udara yang berhembus malam ini. Aku hanya bisa membisikkan kata kepada angin malam. Agar ia mengirimkan seribu salam sayang kepada ayah, bunda, serta adinda tercinta. Just dream sist! Ini bukan film kartun! Hheee... aku tak ada bedanya dengan anak umur 5 tahunan. Suka berkhayal, berimajinasi, aaarrrgghh.. biarkan saja. Aku amat sangat yakin. Bahwa chemistry itu pasti ada. Ikatan batin yang selalu tersambung. Mengabarkan segala rasa. Sedih, senang, dan entah apa itu namanya. Aku amatlah yakin, bahwa mereka juga merasakan kebahagiaanku sekarang.

Tidak ada komentar on "LULUUSSS...!!!

Leave a Reply

Blogroll