english public speech

" honourable teachers, respectable of juries, and all of audiences in one faith" ~phind.champion~
KMI Al Mukmin Ngruki



Panaasss... Geraah... Nerveous... Deg-deg sherr..!! kira2 apa yang akan terlukis pada kondisi di siang hari ini? Eemmhh...skul ku ngadain event yang bener2 penting nii! English Public Speaking. Ini adalah event yang bersejarah dalam agenda senior class. Huft, menghadapi para singapodium yang handal dari berbagai provinsi (lebaay). Ya emang bener kok! Teman2ku kan datangnya dari berbagai provinsi. Rasanya aku pengen banget segera keluar dari ruangan ini.
Convident aja ah! Kuasai materi, mainkan expresi, plus unjuk gigi! Siiip1 itu adalah trik2 untuk menghadapi dewan juri. Soalnya yang bikin aku agak minder tuh gara2 sang juara umum dari jadul sampe jadid itu seruangan sama aku. Yah, otomatis dia kan jadi rivalku. Uuuhhh...langsung aja tuh gelas aqua aku tonjok2 sampe peyok. Trus aku lempar deh keluar ruangan. Semangaaaatt !!! my Avenge is starting! Demi sebuah amanat, tanggung jawab, dan otomatisnya sebagai syarat wat ngikutin Evaluasi Tahap Akhir.
Andaikan ayahku tak memilih lembaga pendidikan ini untuk aku, sepertinya sekarang aku sudah bergelut dengan padatnya aktifitas mahasiswa. Tapi,,, hanya rasa syukur itu yang selalu terpanjat dalam diriku. Aku terselamatkan dari hingar bingarnya dunia. Dimana sekarang megalami krisis moral dan agama. Banyaknya moral yang terbesit, dan banyak lagi para diktator yang haus akan tahta, harta, bahkan wanita. Bastard memang!!
Aku hanya menunggu name list yang dibacakan MC, tuk mempersilakan diriku maju ke podium. Pelan, pelan saja. Aah, sampe kering aku nunggu. Yang kukira aku ada di urutan awal, ternyata malah aku ada diurutan 4 terakhir. Huaaahh!! Puayyyaaahh! Tapi, okelah kalau begitu. Aku bisa mempelajari trik2 dari para teman2 ku. Setidaknya aku sudah ngerti mana gaya yang harus aku tampilkan nanti. Cihuuyy... the last, but not least! Itu wajib! Aku udah nyangka. Palingan dewan juri udah paham bener sama kebiasaanku. Setelah selesai tugasku, aku gak akan pernah peduli kapan pembawa acara akan mengucapkan salam penutup. Otomatis, setelah aku selesai dari tugasku,aku pasti akan meninggalkan ruangan. Hahai...atau mungkin aku akan sedikit berbuat kegaduhan. Yah, tuk sekedar mengusir rasa bosan. Biasanya tanganku tak pernah berhenti untuk usil. Atau yang lebih baik dari itu biasanya aku bawa buku bacaan ato corat-coret di binder kecilku. Entahlah, ada rasa bahagia tersendiri kalo ngusilin teman. Ah, aku gak tau! Kenapa aku gak pernah tahan ya kalo disuruh diem. Hehehe...pasti ada2 aja ulah yang aku perbuat. Tapi tentunya gak same jadi troublemaker looh. Gak salah deh kalo anak2 biasanya juluki aku dengan Miss. Complicated! Huft..
Akhirnya aku pun selesai menyampaikan pidato singkatku. Pidato yang menjadi materi ketika aku terpilih menjadi Three Language Contestant di SMP ku dulu. Waktu itu, nasibkku lagi mujur aja dapet juara 2. Yaah, itu adalah pengalamanku pertama yang berkesan dan akan kukenang. Sangat legan rasanya. Aku menyampaikan kepada teman2 tentang sebuah konsep persaudaraan dalam islam. Entah mengapa aku memilih tema itu. Yang jelas, aku suka bersaudara dengan siapa saja. Asalkan gak sama orang gila tentunya. Haha.. aneh! Yang jelas, semua umat moslem itu bersaudara. Hurray !! kini aku merasakan lagi kebahagiaan itu. Aku amatlah yakin. Semua ini karena Rahmat dan Ridho-Nya. Okelaaah. I’am The Champion. 

Tidak ada komentar on "english public speech

Leave a Reply

Blogroll